Bangun Unit Sekolah Baru di Malaysia, Kemendikbud Siapkan SDM Unggul

Bangun Unit Sekolah Baru di Malaysia, Kemendikbud Siapkan SDM Unggul

JAKARTA - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Ditjen Pendidikan Vokasi mulai melakukan pembangunan unit sekolah baru (USB) SMK Sekolah Indonesia Kota Kinabalu (SIKK) di Sabah, Malaysia, dengan kompetensi keahlian tata boga dan perhotelan.

“Alhamdulilah pembangunan USB SMK SIKK ini bisa kita mulai dan mudah-mudahan bisa berjalan lancar, ” kata Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi, Kemendikbud, Wikan Sakarinto, seperti dikutip dalam rilis Kemendikbud di Jakarta, Sabtu (5/9/2020).

Saat meresmikan ground breaking pembangunan USB SMK SIKK berupa pemancangan tiang perdana yang dilakukan secara virtual di Jakarta, Jumat (4/9/2020) Wikan menuturkan, dirinya sempat kaget karena selain jurusan tata boga serta perhotelan dan jasa pariwisata, SMK SIKK juga telah memiliki jurusan teknik pesawat terbang yang masih terbilang jarang.

“Ini suatu terobosan yang sangat baik, meski membutuhkan dana besar, ” katanya.

Ia berharap dengan dibangunnya infrastruktur baru untuk mendukung belajar mengajar, harus sejalan dengan kesiapan Sumber Daya Manusianya, baik secara kuantitas maupun kualitas.

“Guru harus siap, dan juga harus menjadi coach dan teman bagi siswa agar tujuan pembelajaran dapat tercapai. Bagi kami, faktor kesuksesan 80 persen berasal dari manusia yang berani melakukan terobosan ‘link and match’ dengan industri. Tidak hanya ‘pacaran’, tapi ‘menikah’ dengan industri, ” terang Wikan.

Dalam arahannya, Wikan kembali mengingatkan, paket pernikahan pendidikan vokasi dengan dunia usaha dan dunia industri harus melalui beberapa tahapan yang terdiri atas: 1). Kurikulum yang disusun bersama antara sekolah dan industri, 2). Guru industri yang harus mengajar di SMK, 3). Magang yang direncanakan sejak awal bersamaan dengan kurikulum, 4). Sertifikasi kompetensi, 5). Keterserapan lulusan, serta 6). Guru yang harus dilatih industri secara berkala.

“Minimal enam (tahapan), lalu tambah teaching industry. Inilah ‘link and match’ yang dilakukan oleh kepala sekolah dan guru-gurunya, ” tegas Wikan.

Wikan berharap, kepada kepala sekolah dan guru-guru agar menyiapkan langkah ke depannya, sehingga USB SMK SIKK ini dapat menjadi tanda bangsa untuk memimpin dunia dan bersinergi dengan bangsa lain.

Sementara itu, Direktur SMK M. Bakrun mengatakan, pembangunan SMK SIKK memiliki sejarah panjang karena merupakan amanah Presiden RI untuk mengembangkan sekolah di Malaysia. Pembangunan USB telah diusahakan pada tahun 2018 dan 2019, namun tidak bisa dilakukan.

“Pembangunan USB akan dibagi dalam dua tahap. Tahun ini lantai bawah dengan anggaran Rp9 miliar, tahun depan lantai 2 dan 3 dengan anggaran sekitar Rp18-19 miliar, sehingga akhir tahun 2021 selesai dan bisa dimanfaatkan oleh anak-anak kita, ” terang Bakrun.

Sementara itu, Kepala SIKK Dadang Hermawan mengatakan, SIKK telah beroperasi sejak 1 Desember 2008 dengan tugas memberikan akses layanan pendidikan bagi anak-anak pekerja migran Indonesia di Malaysia. SMK SIKK mempunyai program kuliner, perhotelan dan jasa pariwisata, serta teknologi pesawat udara yang telah bekerja sama dengan dunia usaha dan industri yang berada di Sabah, Malaysia.

Beberapa bidang usaha dan industri yang telah bekerja sama yaitu hotel, restoran, Layang Aerospace, dan Institut Latihan Perindustrian Kota Kinabalu.

“Terima kasih kepada Direktorat SMK untuk pembangunan USB SMK SIKK. Mudah-mudahan dengan dibangunnya fasilitas gedung baru ini kegiatan pembelajaran menjadi lebih baik, ” ujar Dadang.

Mengusung desain bangunan modern tiga lantai seluas 1.263 m2, rencananya SMK SIKK akan dibangun dalam dua tahap, yakni tahap I pada 24 Agustus-21 Desember 2020 dan tahap II pada April-Oktober 2021. Nantinya, pada pembangunan tahap I diharapkan bangunan lantai dasar dapat terselesaikan. Adapun rencananya, lantai 1 akan dibangun RPS tata boga, lantai 2 RPS perhotelan, dan lantai 3 untuk ruang kelas.

Dalam akhir sambutannya, Wikan berterima kasih atas kerja keras dan komitmen berbagai pihak dalam mewujudkan pembangunan USB SMK SIKK.

“Dengan pembangunan USB ini semoga menjadikan SDM unggul dan kompeten di masa depan. Jangan hanya memperhatikan hardskill, tapi soft skill juga penting. Guru-guru dan kepala sekolah harus berani melakukan perubahan, ” pesan Dirjen Wikan. (***)