Dedy Wahyudi: Pemkot Bengkulu Belum Izinkan Sekolah Tatap Muka di Zona Orange

    Dedy Wahyudi: Pemkot Bengkulu Belum Izinkan Sekolah Tatap Muka di Zona Orange
    Wakil Wali kota Bengkulu Dedy Wahyudi

    BENGKULU - Masuknya Kota Bengkulu dalam zona orange penularan Covid-19. Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu belum mengizinkan sekolah tatap muka.

    Hal ini diungkapkan Wakil Wali kota Bengkulu Dedy Wahyudi saat diwawancara, Senin (18/8/2020).

    Menurut Dedy, berdasarkan keputusan Kemendikbud, karena Kota Bengkulu masih termasuk dalam zona orange. Jadi, secara umum Kota Bengkulu masih berada di wilayah dengan risiko penularan Covid-19.

    “Oleh karena itu, untuk sementara waktu kami tidak mengizinkan pembukaan sekolah baik untuk tingkat SMP, SD apalagi PAUD dan TK. Karena Kota Bengkulu masih zona orange. Kita putuskan tidak melakukan sekolah tatap muka dahulu karena kita idak ingin mengambil resiko, ” ujar Dedy.

    Ditambahkan Dedy, alasan Pemkot tidak mengizinkan sekolah tatap muka untuk melindungi siswa dari potensi penularan virus Covid-19.

    “Karena anak-anak sangat rentan tertular Covid-19. Untuk itu, kita tetap memberlakukan proses belajar mengajar di rumah secara daring (online). Kita tidak ingin anak-anak kita terpapar Covid-19.

    Karena keselamatan anak-anak lebih diutamakan. Kalau kondisi sudah membaik baru bisa melakukan aktivitas kembali dan kita akan menunggu arahan Kemendikbud untuk melakukan aktivitas sekolah tatap muka kembali, ”ujarnya. (***)

    KOTA BENGKULU BENGKULU
    Update

    Update

    Artikel Sebelumnya

    Bagikan Bibit Tanaman ke 31 PAUD, DLH Palangka...

    Artikel Berikutnya

    2022 Land Rover Defender - Capable and Utility

    Berita terkait

    Rekomendasi

    Kemah Bakti Pramuka SMK Ma'arif NU 2 Karanglewas 
    Pengurus Sako Pramuka Ma'arif NU Kecamatan Karanglewas Dilantik
    Jelang Pilkada 2024, Komunitas Squad Dragon  Black For MYL- ARA Gelar Rapat Kerja
    Hak Pendidikan dalam UUD 1945: Kewajiban Negara dalam Menjamin Akses dan Kualitas Pendidikan bagi Warga Negara Indonesia
    Akumulasi Kekecewaan Mahasiswa: Protes Kenaikan UKT dan Kualitas Pendidikan di PTN

    Ikuti Kami