Smartschool Lampung Berjaya Kegiatan Balajar Di Rumah Cegah Penularan COVID 19

agung, 25 Mar 2020, PDF
Share w.App T.Me
INDONESIASATU.CO.ID:
BANDAR LAMPUNG. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Lampung mengikuti arahan dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim untuk meniadakan Ujian Nasional (UN) tahun ini. 
 
Kadisdikbud Lampung Sulpakar bahwa dirinya mengimbau kepada guru dan siswa tetap di rumah dan ikuti imbauan dari pemerintah agar semua terhindar dari penularan virus Corona.
 
Diharapkan juga semua guru tetap menjalankan tugas, siswa juga tetap belajar dengan jaringan online.
 
Apalagi Disdikbud Lampung telah mengeluarkan panduan pembelajaran berbasis Smartschool Lampung Berjaya.
 
Ada pun pembelajaran berbasis smart school diantaranya selama kegiatan belajar di rumah, setiap sekolah wajib membuat jadwal pembelajaran dalam jaringan (daring/online) pada kelas digital  melalui laman http://smartschool.lampungprov.go.id.
 
Setiap harinya terbagi dalam 2 sesi mata pelajaran (mapel ditentukan oleh sekolah masing masing).
 
Sekolah wajib melibatkan guru penggerak untuk mendampingi guru pengampu/mapel untuk membuat kelas digital dimana setiap Kompetensi Dasar ( KD ) dialokasikan waktu selama 2 minggu. 
 
Guru pengampu wajib memberikan kode atau kata kunci kepada setiap siswa penggerak untuk masuk ke dalam pembelajaran.
 
Guru pengampu wajib melaksanakan penilaian terhadap hasil atau tugas siswa  di akhir pembelajaran kelas digital. 
 
Sekolah melalui guru penggerak wajib membuat folder di google drive sekolah, untuk mengumpulkan hasil atau tugas-tugas yang dikirim oleh siswa  yang terkumpulkan dalam satu folder.
 
“Saya minta juga kepada seluruh kepala sekolah wajib melaporkan seluruh kegiatan pembelajaran daring di sekolah,” katanya.
 
Demi mensukseskan pembelajaran melalui smart school Lampung Berjaya maka pos pembelajaran berbasis whatsapp bisa dilakukan.
 
Diantaranya sekolah melalui guru pengampu/guru mapel wajib membuat grup Whatsapp masing masing kelas.
 
Sekolah melalui guru penggerak wajib membuat folder di google drive sekolah, untuk mengumpulkan hasil atau tugas-tugas yang dikirim oleh siswa  yang terkumpulkan dalam satu folder.
 
Selama kegiatan belajar di rumah, setiap sekolah wajib membuat jadwal pembelajaran melalui Group Whatsapp yang setiap harinya terbagi dalam 2 sesi mata pelajaran (mapel ditentukan oleh sekolah masin-masing).
 
Kadiskbud Lampung Sulpakar dan Kepala SMKN 1 Bandar Lampung yang juga Ketua MKKS SMK se Lampung mendampingi Gubernur Lampung Arinal Djunaidi meninjau sebelum pelaksanaan UNBK dimulai SMKN 1 Bandar Lampung beberapa waktu lalu. Disdikbud Lampung Akan Ikuti Arahan Pemerintah Soal Peniadaan UN.
 
Demi mensukseskan pembelajaran melalui smart school Lampung Berjaya maka pos pembelajaran berbasis whatsapp bisa dilakukan.
 
Diantaranya sekolah melalui guru pengampu/guru mapel wajib membuat grup Whatsapp masing masing kelas.
 
Sekolah melalui guru penggerak wajib membuat folder di google drive sekolah, untuk mengumpulkan hasil atau tugas-tugas yang dikirim oleh siswa  yang terkumpulkan dalam satu folder.
 
Selama kegiatan belajar di rumah, setiap sekolah wajib membuat jadwal pembelajaran melalui Group Whatsapp yang setiap harinya terbagi dalam 2 sesi mata pelajaran (mapel ditentukan oleh sekolah masing masing)
 
Guru pengampu dalam melaksanakan proses pembelajaran diwajibkan membuat instruksional melalui grup Whatsapp yang terdiri sumber materi bahan ajarnya. Dengan alokasi waktu selama 2 minggu dan dapat diunduh oleh siswa.
 
Memberikan Penugasan yang akan dikumpulkan di google drive sekolah, memberikan soal ujian atau penilaian harian yang dikirimkan melalui grup Whatsapp.
 
Kemudian dikumpulkan ke dalam google drive dan membuat penilaian secara manual setelah kegiatan pembelajaran selesai.
 
Sementera rilis yang diterima Tribunlampung.co.id, bahwa Mendikbud Nadiem mengatakan setelah dipertimbangkan dan diskusikan dengan Presiden dan juga instansi di luar, maka Kemendikbud memutuskan untuk membatalkan ujian nasional di tahun 2020.
 
“Tidak ada yang lebih penting daripada keamanan dan kesehatan siswa dan keluarganya," kata mantan pimpinan Gojek ini dalam rilisnya. 
 
Dengan dibatalkannya UN maka keikutsertaan UN tidak menjadi syarat kelulusan ataupun syarat seleksi masuk jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
 
 
"Kita juga sudah tau bahwa UN bukanlah syarat kelulusan ataupun untuk seleksi masuk jenjang pendidikan yang lebih tinggi,” katanya.
 
Mengikuti UU Sisdiknas (sistem pendidikan nasional) bahwa evaluasi itu ada di guru dan kelulusan ada di sekolah masing-masing.
 
Sekolah yang telah melaksanakan Ujian Sekolah (US) dapat menggunakan nilai US untuk menentukan kelulusan siswa.
 
Bagi sekolah yang belum melaksanakan US berlaku ketentuan bahwa kelulusan SD sederajat ditentukan berdasarkan nilai lima semester terakhir (kelas 4, kelas 5, dan kelas 6 semester gasal).
 
Lalu, nilai semester genap kelas 6 dapat digunakan sebagai tambahan nilai kelulusan. Sedangkan kelulusan SMP dan SMA sederajat ditentukan berdasarkan nilai lima semester terakhir.
 
Nilai semester genap kelas 9 dan kelas 12 dapat digunakan sebagai tambahan nilai kelulusan.
 
Kelulusan SMK sederajat ditentukan berdasarkan nilai rapor, praktik kerja lapangan, portofolio dan nilai praktik selama lima semester terakhir.
 
Nilai semester genap tahun terakhir dapat digunakan sebagai tambahan nilai kelulusan.
 
Terkait belajar dari rumah, Mendikbud menekankan bahwa pembelajaran dalam jaringan (daring) atau jarak jauh dilaksanakan untuk memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi siswa.
 
Pembelajaran daring difokuskan pada peningkatan pemahaman siswa mengenai virus korona dan wabah Covid-19. Pembelajaran daring itu gurunya bukan hanya memberikan pekerjaan saja kepada muridnya.
 
Tetapi juga ikut berinteraksi dan berkomunikasi membantu muridnya dalam mengerjakan tugasnya. Walaupun bekerja dari rumah, mohon siswa-siswa kita juga dibimbing.
 
"Baik Ujian Sekolah maupun Ujian Akhir Semester dirancang untuk mendorong aktivitas belajar yang bermakna, dan tidak perlu mengukur ketuntasan capaian kurikulum secara menyeluruh," katanya.
 
Terkait belajar dari rumah, Mendikbud menekankan bahwa pembelajaran dalam jaringan (daring)/jarak jauh dilaksanakan untuk memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi siswa.
 
Tanpa terbebani tuntutan menuntaskan seluruh capaian kurikulum untuk kenaikan kelas maupun kelulusan.
 
"Kami ingin mengajurkan bagi daerah yang sudah melakukan belajar dari rumah agar dipastikan gurunya juga mengajar dari rumah untuk menjaga keamanan guru, itu sangat penting," pesan Nadiem.
 
Pembelajaran daring/jarak jauh difokuskan pada peningkatan pemahaman siswa mengenai virus korona dan wabah Covid-19.
 
Adapun aktivitas dan tugas pembelajaran dapat bervariasi antar siswa, sesuai minat dan kondisi masing-masing.
 
 Termasuk dalam hal kesenjangan akses/fasilitas belajar di rumah. Bukti atau produk aktivitas belajar diberi umpan balik yang bersifat kualitatif dan berguna dari guru, tanpa diharuskan memberi skor/nilai kuantitatif.
 
"Walaupun banyak sekolah menerapkan belajar dari rumah, bukan berarti gurunya hanya memberikan pekerjaan saja kepada muridnya. Tetapi juga ikut berinteraksi dan berkomunikasi membantu muridnya dalam mengerjakan tugasnya. Mohon walaupun bekerja dari rumah, mohon siswa-siswa kita juga dibimbing," jelas Mendikbud.
 
"Kami sedang dan terus melakukan kerja sama dengan berbagai perusahaan telekomunikasi untuk memberikan subsidi data bagi siswa dan guru yang melakukan pembelajaran daring," imbuhnya.
 
Terkait Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun 2020, Mendikbud meminta agar Dinas Pendidikan dan sekolah dapat menyiapkan mekanisme PPDB yang mengikuti protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19.
 
Termasuk mencegah berkumpulnya siswa dan orangtua secara fisik di sekolah. Kemudian, PPDB pada Jalur Prestasi dilaksanakan berdasarkan (1) akumulasi nilai rapor ditentukan berdasarkan nilai lima semester terakhir; dan/atau (2) prestasi akademik dan non-akademik di luar rapor sekolah.
 
Lebih lanjut, Mendikbud menjelaskan bahwa Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Kemendikbud akan memberikan bantuan teknis bagi daerah yang memerlukan mekanisme PPDB daring.
 
Terkait pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS)/Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP), dalam Petunjuk Teknis (juknis) Pengelolaan Dana BOS/BOP diperbolehkan untuk membeli barang sesuai kebutuhan, termasuk untuk membiayai keperluan untuk pencegahan pandemi Covid-19 seperti penyediaan alat-alat kebersihan, hand sanitizer, disinfektan, masker, serta untuk membiayai pembelajaran daring/jarak jauh.
 
"Surat Edaran ini kami sampaikan kepada para Kepala Daerah di seluruh Indonesia untuk menjadi acuan dalam pelaksanaan kebijakan pendidikan," pungkas Mendikbud.(Tribunnews/Agung)
PT. Jurnalis Indonesia Satu

Kantor Redaksi: JAKARTA - Jl. Terusan I Gusti Ngurah Rai, Ruko Warna Warni No.7 Pondok Kopi Jakarta Timur 13460

Kantor Redaksi: CIPUTAT - Jl. Ibnu Khaldun I No 2 RT 001 RW 006 Kel Pisangan Kec Ciputat Timur (Depan Kampus UIN Jakarta)

+62 (021) 221.06.700

(+62821) 2381 3986

jurnalisindonesiasatu@gmail.com

Redaksi. Pedoman Siber.
Kode Perilaku.

Mitra Kami
Subscribe situs kami