Paslon Walkot Dan Wawalkot Tegal Independen Pilih Kegiatan Keagamaan Dalam Kampanye Terakhir

INDONESIASATU.CO.ID:

Tegal. Kota Tegal untuk pertama kalinya tampil calon Walikota dan Wakil Walikota yang menggunakan jalur non partai atau Independen. Seperti kita ketahui keputusan Mahkamah Konstitusi yang meloloskan calon independen setidaknya telah memberikan harapan baru bagi munculnya calon-calon walikota dan wakilnya yang relatif lebih terbuka bagi siapapun yang berminat mencalonkan diri tidak terkecuali pasangan calon walikota H. Ahmad Ghautsun dan wakilnya dr. H. Muslih Dahlan di kota Tegal.

Paslon ini tidak menggunakan kesempatan kampanye terbukanya seperti paslon lainnya yang menggunakan lapangan terbuka untuk melakukan kampanye terakhirnya. Namun mereka menggunakan waktu yang telah dijadualkan KPU kota Tegal (Kamis, 21/6) dengan penguatan guyub silaturahmi yang dipusatkan di poskonya di jalan Kapten Sudibyo kota Tegal dengan kegiatan keagamaan.

“ GSM memanfaatkan momen politik untuk kegiatan yang sifatnya keagamaan. Bukan memanfaatkan kegiatan agama untuk kepentingan politik,” Ujar calon wakil walikota Tegal dr. H. Muslih Dahlan kepada Kantor Berita Online Jurnalis Indonesia Satu (JIS) di Poskonya, Kamis (21/6). Akronim GSM merupakan jargon yang merupakan singkatan dari Guyub Sejahtera Mandiri dengan konsep Membangun Kota Tegal Nganggo Cara Tegal.

Menurut Ketua Tim Kerja GSM DR Yayat Hidayat Amir menyebutkan konsep tersebut merujuk pada isu yang mendasari persoalan tata kelola pemerintahan, kualitas pelayanan publik serta pemerataan pembangunan. Problem solving yang harus dicapai menurutnya melalui pendekatan kearifan lokal. Output pembangunan pada esensinya untuk kembali pada kesejahteraan masyarakatnya.

“ Proses perencanaan pembangunan itu harus riil dari masyarakat yang bersifat bukan top down tapi bottom up. Sebetulnya perangkat itu sudah ada seperti Musrenbang. Namun sering aspirasi itu dipatahkan oleh eksekusi kepentingan elit politik,” Ujar Yayat Hidayat Amir pada www.indonesiasatu.co.id di Posko GSM, Kamis (21/6).

“ Kita akan ubah esensi proses realisasi pembangunan,” Kata Yayat. Dirinya bersama tim mempunyai optimisme terhadap peluang memenangkan pilwalkot Tegal atas dasar jumlah dukungan dari berbagai kalangan masyarakat kota Tegal. Menurutnya, berdasarkan jumlah dukungan, hingga saat ini pihaknya telah mengantongi ribuan dukungan dari 4 wilayah kecamatan yang kesemuanya mendekati angka 50.000 (Lima puluh ribuan) pendukung.

“ Langkah yang kita lakukan dalam memanfaatkan waktu yang singkat tentunya dengan melakukan penguatan Tim serta Koordinator yang hingga ke Rt/Rw itu,” Pungkas Yayat Hidayat Amir.

Terlepas varian visi, misi dan rekruitmen massa pendukung, yang pasti tampilnya calon independen setidaknya diharapkan dapat memperbaiki iklim pasar politik. Jika dengan monopoli parpol atas pencalonan kandidat melahirkan produk-produk kepemimpinan yang buruk dengan harga politik yang mahal, pasar politik bisa disehatkan melalui pengembangan kompetisi dengan calon non-partai atau independen.

Hanya saja problem lain yang bakal dihadapi oleh calon independen jika terpilih, maka calon independen harus bisa mengatur keseimbangan kekuasaan dengan anggota legistatif karena sebagai konsekuensi calon independen tidak mempunyai dukungan politik dari partai politik, maka tentu tidak akan memperoleh dukungan politik di lembaga legistatif.

(Anis Yahya)

Index Berita