Otot Butuh Olahraga, Otak Butuh Matematika Biar Selalu Sehat

INDONESIASATU.CO.ID:

JAKARTA - Walau dinilai sebagai pelajaran yang sulit, namun matematika memiliki sisi yang sangat menarik untuk dipelajari. Baik dari segi pemahamannya yang beragam maupun dari segi pengaplikasiannya dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut Prof Dr dr Fasli Jalal beberapa pegiat akademisi di beberapa daerah Indonesia sudah banyak yang terus berkreasi dan berinovasi dalam hal pengajaran. Semua yang tenaga pendidik lakukan itu semata-mata untuk membuat kesan matematika menjadi hal yang menarik dan menyenangkan. 

Pengarahan literasi juga perlu dipelajari untuk menunjang dan memudahkan anak-anak memahami berbagai konsep yang ada di dalam matematika.

"Matematika dan literasi bagai dua mata pisau yang tidak dapat dipisahkan," ujarnya Fasli.

Lalu bagaimana pengaruh matematika terhadap kesehatan otak kita?

Menurut Wakil Menteri Pendidikan Nasional 2010 - 2011 ini, dalam memecahkan sebuah masalah tentu saja otak juga akan dituntut berpikir lebih kritis dan inovatif. Sehingga dari berbagai macam pelajaran, matematikalah yang paling merangsang otak untuk lebih sering high order thinking skill (berpikir tingkat tinggi) itulah salah satu penyebab sel-sel pada otak akan selalu bekerja.

"Otak itu bila terus digunakan akan lebih sehat, life expectancy-nya (harapan hidup) pun akan lebih lama. Apabila sering berpikir maka sinaps-sinaps yang hidup pada otak serta bioelektrik akan mengalir ke bagian-bagian otak. Bagian otak ini akan lebih aktif bekerja. Sehingga membuat otak menjadi lebih cerdas dan tidak mudah pikun," ujarnya

Selain itu menurut Fasli apabila kita terbiasa mempelajari matematika akibatnya otak pun akan terus bekerja karena terus digunakan. Hal ini tentunya berpengaruh baik untuk keberlangsungan dan kesehatan otak manusia. Melalui asah otak, manusia secara otomatis terbiasa dalam menganalisis dan memecahkan masalah.

"Analoginya sama seperti tubuh apabila sering olahraga maka otot-ototnya tidak akan kaku, tentunya akan jauh lebih sehat kan. Begitu pula dengan cara kerja otak kita," pungkasnya. (oji/kla) 

  • Whatsapp

Index Berita