Mencekam, Terlibat Bentrok Perguruan Silat Saling Serang dengan Masyarakat

INDONESIASATU.CO.ID:

NGANJUK - Aksi bentrok perguruan silat di Kecamatan Kertosono Timur, Kabupaten Nganjuk terlibat saling serang, Minggu (11/11/2018) sore. Akibatnya, kendaraan yang melintasi jalur Jalan supriadi Desa Kudu menjadi macet sekitar satu jam.

Pantauan awak media, terlihat luapan masyarakat hingga menutupi jalan akibat bentrokan antar perguruan silat dan masyarakat Sejumlah pemuda yang sebagian mengenakan pakaian milik perguruan silat berdiri dan bergerombol di Desa Kudu. 

Aparat keamanan dari Koramil dan Kepolisian Resor Kertosono langsung turun ke lokasi bentrok, berhasil meredam aksi saling serang ketika itu. Belum diketahui penyebab bentrokan itu, namun diduga kuat karena sering gesekan antar perguruan silat lainya yang sebelumnya. 

Kapolsek Kertosono Kompol Abraham Sissik yang dihubungi melalui telepon selulernya belum merespons

Kades Kudu Supianto didatangi awak media  membenarkan adanya aksi bentrok antara pendekar dari perguruan silat. Namun Supianto enggan berkomentar lebih jauh mengenai masalah ini. Ia kemudian meminta untuk menghubungi Polsek Kertosono. 

Disinggung Terkait penyebab bentrokan tersebut, Supianto menyatakan sudah sering dilakukan oleh oknum perguruan silat pihaknya menyebutkan, kejadian tersebut berawal aksi arak-arakan ketika berhenti di Desa Kudu sekitar puku 15.00 WIB sore tadi, tanpa diduga, sejumah pemuda yang tak dikenal langsung dengan mengeber-ngeber sepeda motor.

Terpisah Wibisono (38) warga Desa Kudu menyayangkan kejadian ini, bahkan dia trauma terjadi bentrokan susulan di Desa Kudu.

"Saya sangat prihatin dengan kejadian ini, kenapa mesti Desa Kudu yang menjadi sasaran, tolong kepada Pak Polisi, harus ditindak tegas dan jangan pandang bulu," ucapnya sambil gemetar.(tim) 

  • Whatsapp

Index Berita