Babinsa Desa Pelumutan Turut Serta Bantu Kegiatan Imunisasi Biasa Campak Kepda Siwa Siswi Sekolah Dasar Diwilayah binaannya

INDONESIASATU.CO.ID:

PURBALINGGA. Babinsa Desa Pelumutan Serda Miftahul turut serta membantu Dinas Kesehatan Kec. Kemangkon pada kegiatan imunisasi biasa Campak yang di ikuti kurang lebih 118 siswa siswi pelajar di tingkat sekolah dasar di wilayah desa binaannya. (7/11)

Menurut Dinas Kesehatan Kecamatan Kemangkon, selain membantu kelancaran pelaksanaan kegiatan imunisasi biasa campak bagi pelajar tingkat dasar desa pelumutan, kehadiran babinsa tutur serta pada kegiatan juga dirasa sangat besar manfaatnya, khususnya kepada para pelajar dalam memberikan semangat, khusnya para pelajar yang takut di suntik, tuturnya.

Dinas kesehatan kemangkon juga menambahkan, WHO merekomendasikan pemberian imunisasi dan untuk program imunisasi rutin dilaksanakan di negara berkembang.

Penyakit campak sangat berbahaya bagi penderita gangguan kekebalan. Vaksin campak mengakibatkan pneumonia pada penderita gangguan sistem imun berat meskipun demikian vaksin campak rerbukti aman, vaksin campak terbukti aman untuk penderita HIV (Human Immunodeficiency Virus).

Immonoglobulin atau produk darah yang lain mungkin mengandung antibody terhadap campak yang dapat mengganggu timbulnya respons imun sehingga pemberian vaksinasi campak sebaiknya ditunda 3-11 bulan pasca pemberian immunoglobulin atau transfuse prodik darah,tergantung jenis preparat yang diberikan, pungkasnya.

dalam kegiatan tersebut Serda Miftahul juga menuturkan, Tujuan dari diberikannya suatu imunisasi adalah untuk mengurangi angka penderita suatu penyakit yang sangat membahayakan kesehatan bahkan biasa menyababkan kematian pada penderitanya.Beberapa penyakit yang dapat dihindari dengan imunisasi yaitu seperti hepatitis B, campak, polio, difteri, tetanus, batuk rejan, gondongan, cacar air, tbc dan lain sebagainya.

Penyakit campak merupakan salah satu penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia, karena sering dilaporkan di beberapa daerah. Dari data insidens campak dan angka serokonversi terhadap vaksin campak berdasarkan kelompok umur di negara yang sedang berkembang, pemberian imunisasi pada umur 8-9 bulan diprediksi dapat menimbulkan serokonversi pada sekurang-kurangnya 85% bayi dan dapat mencegah sebagian besar kasus dan kematian.

“Kehadiran kami selaku Babinsa selain melaksanakan pendampingan guna membantu kelancaran pelaksanaan kegiatan di kewilayahan, juga dalam upaya pembinaan wilayah guna mendukung dan mensukseskan program pemerintah,” tegasnya.

Babinsa akan selalu hadir dalam di tengah-tengah masyarakat dan ini merupakan bentuk peran serta sekaligus dukungan kita guna memaksimalkan sasaran imunisasi biasa campak sesuai target pemerintah yakni peningkatan kualitas kesehatan masyarakat agar terbebas dari penyakit. Namun tentunya dalam pelaksanaannya melalui UPT Puskesmas,” ungkapnya.(ragil.red)

  • Whatsapp

Index Berita